Saturday, November 28, 2009
Friday, November 27, 2009
7:19 PM
wongblubuk

Jaman dulu sebelum ada bank atau paling tidak belum kenal dengan bank sebagaian orang menyimpan dan mengumpulkan uang dalam gerabah yang dikenal dengan “celengan”. Tujuananya adalah setelah penuh nanti celengan dipecah dan dibelikanlah sesuatu yang sudah lama diinginkan. Jaman telah berganti celengan yang dulu tempat untuk menyimpan uang sekarang beralih sebagai barang souvenir, lalu kemana lagi orang menyimpan uangnya ?. Betul.., hampir semua akan menjawab di bank. Pertanyaan selanjutnya adalah sudah tepatkah kita menyimpan uang di bank agar kelak dapat membeli sesuatu yang kita idamkan. Seperti celengan ayam yang kita punya jaman dulu.
Untuk menjawab pertanyaan diatas baiknya kita sedikit mengamati produk tabungan yang ditawarkan oleh pihak bank. Hampir semua produk tabungan yang ditawarkan, baik yang berhadiah, maupun berbunga tinggi tidaklah tepat jika digunakan sebagai alat menyimpan dengan tujuan seperti di atas, alasannya adalah produk tersebut memiliki kemudahan yang begitu besar dalam penarikannya, bisa dengan ATM, SMS, Internet, bahkan cukup dengan telepon, ditambah lagi biaya administrasi tiap bulannya karena memakai fasilitas tersebut. Bukannya bertambah banyak, uang yang sedikit itu malah berkurang bahkan bisa habis. Dan memang tabungan jenis ini hanya sangat cocok untuk transaksional bukan alat menyimpan dalam jangka panjang.
Masih nekad menabung di bank ?
Jika masih ingin menabung dibank untuk tujuan jangka panjang, maka sebaiknya anda menanyakan kepada pihak bank. Biasanya bank memiliki produk bukan hanya tabungan yang bersifat transaksional dengan fasilitas yang super mudah dalam penarikan. Walaupun nantinya Anda juga akan ditawari ( boleh jadi diwajibkan) memiliki rekening tabungan yang transaksional tersebut. Alternatif lain bisa dengan Deposito (dengan nominal yang terjangakau), atau mencoba investasi di Reksadana, karena jaman sekarang Reksadana tidak lagi harus bermodal besar, lagi pula bank juga biasanya memiliki agen penjualan Reksada.
Untuk menjawab pertanyaan diatas baiknya kita sedikit mengamati produk tabungan yang ditawarkan oleh pihak bank. Hampir semua produk tabungan yang ditawarkan, baik yang berhadiah, maupun berbunga tinggi tidaklah tepat jika digunakan sebagai alat menyimpan dengan tujuan seperti di atas, alasannya adalah produk tersebut memiliki kemudahan yang begitu besar dalam penarikannya, bisa dengan ATM, SMS, Internet, bahkan cukup dengan telepon, ditambah lagi biaya administrasi tiap bulannya karena memakai fasilitas tersebut. Bukannya bertambah banyak, uang yang sedikit itu malah berkurang bahkan bisa habis. Dan memang tabungan jenis ini hanya sangat cocok untuk transaksional bukan alat menyimpan dalam jangka panjang.
Masih nekad menabung di bank ?
Jika masih ingin menabung dibank untuk tujuan jangka panjang, maka sebaiknya anda menanyakan kepada pihak bank. Biasanya bank memiliki produk bukan hanya tabungan yang bersifat transaksional dengan fasilitas yang super mudah dalam penarikan. Walaupun nantinya Anda juga akan ditawari ( boleh jadi diwajibkan) memiliki rekening tabungan yang transaksional tersebut. Alternatif lain bisa dengan Deposito (dengan nominal yang terjangakau), atau mencoba investasi di Reksadana, karena jaman sekarang Reksadana tidak lagi harus bermodal besar, lagi pula bank juga biasanya memiliki agen penjualan Reksada.
Tuesday, November 24, 2009
Sunday, November 15, 2009
9:00 AM
wongblubuk
Sejak revolusi industri dan listrik sebagai pengerak kemajuan teknologi, membuat manusia sangat bergantung dengan energi yang satu ini. Jika satu jam saja listrik padam maka seolah dunia berhenti berputar. Komunikasi terputus, transportasi terganggu, bisnis kacau bahkan tukang cukurpun harus berhenti sesaat. Bisa dibayangkan jika listrik padam satu bulan, mungkin kita akan kembali ke jaman batu.
Wednesday, November 11, 2009
Saturday, November 07, 2009
12:23 PM
wongblubuk
Sudah hampir jam tiga, tetapi mata ini tidak mau tidur. Kemarin dapat kabar dua orang teman telah meninggal, sungguh tidak percaya karena baru beberapa bulan yang lalu sempat berbicara di telepon. Dan kematian mereka sungguh bukan karena penyakit yang menahun dan tidak ada tanda – tanda kalau sedang sakit.
Kematian ternyata begitu dekat dan pasti akan menjemput kita. Namun karena telalu sibuk dengan dunia, kita lupa – atau pura – pura lupa – tentang yang satu ini. Seperti dalam buku Psikologi Kematian - Komaruddin Hidayat “ Karena kematian sudah merupakan kepastian, dan kematian merupakan peristiwa menakutkan, maka orang lebih memilih tidak memikirkannya agar bisa merasakan kebahagiaan setiap saat yang dilaluinya “. Sebuah kebahagiaan yang semu karena sesungguhnya kita akan bertemu dengan sesuatu yang sangat menakutkan, dan menuju alam keabadian.
Jarum jam terus berputar kekanan, tambah lagi umur dan kesempatan menikmati kehidupan sebentar ini. Ya..Tuhan sesungguhnya aku tidak tahu esok hari, yang kutahu hanya hari ini aku masih bisa bernafas dan menyebut nama MU.
Selamat jalan kawan..semoga kalian mendapatkan kebahagiaan di alam yang baru..
Kematian ternyata begitu dekat dan pasti akan menjemput kita. Namun karena telalu sibuk dengan dunia, kita lupa – atau pura – pura lupa – tentang yang satu ini. Seperti dalam buku Psikologi Kematian - Komaruddin Hidayat “ Karena kematian sudah merupakan kepastian, dan kematian merupakan peristiwa menakutkan, maka orang lebih memilih tidak memikirkannya agar bisa merasakan kebahagiaan setiap saat yang dilaluinya “. Sebuah kebahagiaan yang semu karena sesungguhnya kita akan bertemu dengan sesuatu yang sangat menakutkan, dan menuju alam keabadian.
Jarum jam terus berputar kekanan, tambah lagi umur dan kesempatan menikmati kehidupan sebentar ini. Ya..Tuhan sesungguhnya aku tidak tahu esok hari, yang kutahu hanya hari ini aku masih bisa bernafas dan menyebut nama MU.
Selamat jalan kawan..semoga kalian mendapatkan kebahagiaan di alam yang baru..
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
