Showing posts with label opiniku. Show all posts
Showing posts with label opiniku. Show all posts

Friday, March 20, 2015

 
    
       Kemajuan teknologi membuat dunia semakin terasa sempit dan kecil, rasanya tidak ada sudut di bumi ini yang tidak pernah terjamah manusia, begitu juga penduduk bumi ini terutama generasi 80 an ke atas hampir tidak ada yang buta informasi. Perilaku orang dengan segala tingkah dan ucapanyapun mudah diketahui orang lain seketika itu dan ramai menjadi bahan perbincangan.

Perilaku buruk dan ucapan yang tidak sepatutnya dari seorang pejabat publik mudah diumbar dan seolah menjadi lumrah oleh media. Seperti tinta yang menetes ke air, warnaya menyebar segera dan cepat kesegala arah. Jika itu dilakukan oleh orang biasa tentu tidak memiliki dampak yg besar, lain halnya jika perilaku dan ucapan kotor dilakukan oleh mereka para pejabat dan publik figur.

Keteladanan (yang baik) rasanya sudah usang dan hanya ada dibuku buku sekolah tempo dulu, pameo
“Ing ngarso sung tulodho” - orang tua sebaiknya memberi tauladan, contoh yang buat anak anak.- sudah tidak ada hubungannya sama sekali. Bagi saya sungguh menyakitkan ketika ada seorang pejabat publik dengan seenaknya berperilaku buruk, berkata dengan bahasa yang tidak pantas. Silahkan bagi orang lain mengatakan yang penting kerjanya, dan tidak korup, tapi bagi saya hasil kerja yang baik, tidak korup, perilaku dan ucapan yang baik merupakan satu paket yang wajib dimiliki pejabat dan publik figur.


Thursday, March 19, 2015






semua membutuhkan proses, namun hal yang tidak mengenakan adalah menunggu dan melakukan proses sampai suatu keinginan terpenuhi. Proses membutuhkan ketekunan dan kesabaran, dilakukan berulang, bahkan mungkin dimulai lagi dari awal step dari sebuah proses. Sebagian besar manusia menginginkan sesuatu serba cepat terpenuhi, sesingkat singkatnya dengan biaya semurah murahnya bahkan nir biaya. maka timbulah segala mesin dibuat untuk memberikan secepat cepatnya keinginan terpenuhi, prosedur dibuat sependek pendeknya agar segera mendapakan hasil tanpa menunggu tempo.

Sesungguhnya mengabaikan proses dan tidak sabar dalam mendapatkan hasil termasuk perbuatan tergesa gesa,


Tuesday, December 01, 2009














H
ampir semua bank (kecuali BPR) menerbitkan kartu ATM untuk mempermudah nasabahnya bertransaksi, bahkan ada juga bank yang menerbitkan kartu ATM tanpa harus memiliki mesin begitu banyak, hal ini dikarenakan fasilitas Link maupun ATMbersama antar bank. Pemilik rekening sangat dimanja dengan fitur dan layanan yang beragam dari mesin ATM, namun karena kurangnya pengetahuan dan kehati – hatian pengguna ATM kerap menjadi sasaran empuk penipuan berkedok hadiah, Call Center palsu dan lainnya. Beberapa modus penipuan yang memanfaatkan ATM antara lain; Anda sebelumnya ditelepon, atau sms yang isinya sebagai pemenang undian atau tawaran lainnya yang mengharuskan Anda menghubungi nomor yang ada di tepon atau sms. Karena sudah tergiur dengan iming – iming hadiah, Anda tanpa berpikir panjang mengikuti perintah pelaku kejahatan dengan transaksi di mesin ATM. Dengan sangat lihai penipu memandu Anda menekan perintah – perintah di mesin ATM . Dari perintah lihat saldo sampai mentransfer sejumlah tertentu kepada pelaku, sampai saat itu Anda belum menyadari. Biasanya Anda baru sadar setelah struk keluar dari mesin ATM, namun terlambat uang Anda telah terdebet. Modus lainnya adalah dengan call center palsu. Ketika Anda memasuki ruang ATM, sesungguhnya card reader ( pembaca kartu ATM ) telah diberi semacam jebakan sehingga kartu Anda tertahan didalamnya. Ketika Anda panik, pelaku masuk dengan baik hati menyarankan Anda untuk menghubungi call center yang sebelumnya telah ditempel di mesin ATM. Tentu saja Nomor Call center ini palsu, kemudian ketika Anda menelpon, klompotan pelaku sudah menunggu, dengan bahasa yang mirip petugas bank, Anda akan dituntun sampai tanpa sadar menyebutkan nomor pin kartu ATM. Selesai kah aksi kejahatan mereka ?, belum.., setelah mendaptkan no pin, call center palsu akan memberitahu Anda untuk mengambil kartu ATM dicabang terdekat. Ketika anda keluar pelaku yang baik hati tersebut mengambil kartu anda yang tertahan dimesin dengan no pin yang ada di tangan pelaku lainnya. Akhirnya mudah ditebak, Anda tidak bisa mengambil kartu yang seolah – olah tertelan di mesin dan uangpun sudah terkuras.

Tips menjaga kartu ATM
Untuk menjaga agar ATM anda aman dari penipuan dan penyalahgunaan boleh jadi dibawah ini salah satu tips yang bisa Anda lakukan :
1. Jangan cepat tergiur dengan telepon, sms atau bentuk apapun yang menyatakan anda adalah pemenang hadiah. Lakukan konfirmasi dengan pikiran tetap rasional. Jangan terpancing jika Anda diminta mengirimkan uang terlebih dahulu, atau diminta ke mesin ATM tanpa alas an yang jelas.
2. Jangan beritahu no PIN ATM kepada siapapun, walau mengaku dari petugas bank.
3. Lakukan penggantian PIN sesering mungkin
4. Jika terjadi sesuatu dengan ATM Anda lakukan konfirmasi kepada bank penerbit dengan nomor yang anda peroleh secara resmi. Jangan mudah percaya dengan nomor yang tertera di sekitar mesin, boleh jadi call center palsu.

Semoga dapat membantu










Posted by Picasa

Friday, November 27, 2009


Jaman dulu sebelum ada bank atau paling tidak belum kenal dengan bank sebagaian orang menyimpan dan mengumpulkan uang dalam gerabah yang dikenal dengan “celengan”. Tujuananya adalah setelah penuh nanti celengan dipecah dan dibelikanlah sesuatu yang sudah lama diinginkan. Jaman telah berganti celengan yang dulu tempat untuk menyimpan uang sekarang beralih sebagai barang souvenir, lalu kemana lagi orang menyimpan uangnya ?. Betul.., hampir semua akan menjawab di bank. Pertanyaan selanjutnya adalah sudah tepatkah kita menyimpan uang di bank agar kelak dapat membeli sesuatu yang kita idamkan. Seperti celengan ayam yang kita punya jaman dulu.

Untuk menjawab pertanyaan diatas baiknya kita sedikit mengamati produk tabungan yang ditawarkan oleh pihak bank. Hampir semua produk tabungan yang ditawarkan, baik yang berhadiah, maupun berbunga tinggi tidaklah tepat jika digunakan sebagai alat menyimpan dengan tujuan seperti di atas, alasannya adalah produk tersebut memiliki kemudahan yang begitu besar dalam penarikannya, bisa dengan ATM, SMS, Internet, bahkan cukup dengan telepon, ditambah lagi biaya administrasi tiap bulannya karena memakai fasilitas tersebut. Bukannya bertambah banyak, uang yang sedikit itu malah berkurang bahkan bisa habis. Dan memang tabungan jenis ini hanya sangat cocok untuk transaksional bukan alat menyimpan dalam jangka panjang.

Masih nekad menabung di bank ?

Jika masih ingin menabung dibank untuk tujuan jangka panjang, maka sebaiknya anda menanyakan kepada pihak bank. Biasanya bank memiliki produk bukan hanya tabungan yang bersifat transaksional dengan fasilitas yang super mudah dalam penarikan. Walaupun nantinya Anda juga akan ditawari ( boleh jadi diwajibkan) memiliki rekening tabungan yang transaksional tersebut. Alternatif lain bisa dengan Deposito (dengan nominal yang terjangakau), atau mencoba investasi di Reksadana, karena jaman sekarang Reksadana tidak lagi harus bermodal besar, lagi pula bank juga biasanya memiliki agen penjualan Reksada.





Posted by Picasa

Sunday, February 08, 2009



Sebagian dari kita kartu kredit sudah lazim menghiasi dompet. Kadang tidak cukup satu, bahkan saya pernah memiliki teman dengan kartu kredit lima buah, hebatnya lagi kelima kartu tersebut telah “sandar”, istilah temanku untuk kartunya yg telah dipakai sampai batas limit maksimum. Bisa dibayangkan bagai mana tiap bulannya harus menutup semua tagihan – tagihan yang bunganya sungguh mencekik leher.

Madu kartu kredit

Kartu kredit bisa menjadi madu yang manis jika kawan tahu cara pemaikannya. Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan menjadikan kartu tersebut sebagai tambahan gaji/pendapatan. Setiap gesekan kartunya mengakibatkan tagihan yang harus dibayar dari gaji anda. Bebeperapa trik pemaikan kartu kredit agar kawan tidak terjebak dalam hutang konsumtif adalah :

1. Belilah barang yang memang diperlukan ( kalau bisa ada diskon )
Ditengah banjirnya promosi produk, kita sebagai konsumen kadang melupakan prinsip berbelanja, yaitu kita membeli karena kebutuhan bukan karena keinginan semata.

2. Segera lunasi kartu tagihan sebelum bunga tinggi mencekik.
Jangan sekali – kali menunda pembayaran – kecuali sangat terpaksa-, bayarlah semua tagihan, karena jika hanya membayar minimal maka bunga kredit yang bunga berbunga itu semakin memberatkan. Nah kalau dari sisi penerbit kartu, pembayaran minimal tentu lebih menguntungkan.

3. Miliki kartu kredit yang banyak memberikan diskon belanja dan anual fee yang murah.
Banyak bank menawarkan kartu kredit dengan agresif bahkan cukup foto kopi KTP, berhadiah pula. Untuk memilih kartu kredit hendaknya pertimbangkan terlebih dahulu seperti, kartu mana yang banyak diskon dan anual fee yang murah. Untuk menghindari godaan pemakaian milikilah maksimal dua kartu.


Racun Kartu Kredit

Akan menjadi racun yang menggerogoti kesehatan finansial anda jika pemakaian kartu tanpa rencana seperti diatas. Dengan bunga kartu kredit yang tinggi ditambah bunga berbunga, maka hanya karena ingin memiliki HP, baju dan barang konsumtif baru lainnya, anda terjebak dalam lubang hutang kartu kredit.
Bagaimana jika sekarang telah memiliki tagihan dan kartu yang banyak ?, tidak ada cara lain segeralah lunasi walaupun sangat berat. Dan mulailah menabung. Menabung walau kecil lebih baik daripada berhutang..
Posted by Picasa